Berawal dari P2MW, LOKARA UNISLA Raih Grup Terfavorit di MegPreneur Lamongan 2026

Berita 30 Aug 2026 07:28 • 4 min read • 21 views • By Aksara Kalijaga
Berawal dari P2MW, LOKARA UNISLA Raih Grup Terfavorit di MegPreneur Lamongan 2026
Inovasi board game budaya Nusantara karya mahasiswa UNISLA berhasil meraih Grup Terfavorit dalam MegPreneur Lamongan 2026.

 

LAMONGAN — Perjalanan inovasi mahasiswa Universitas Islam Lamongan (UNISLA) melalui LOKARA (Local Culture Board Game) terus menunjukkan perkembangan. Berawal dari keberhasilan lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), board game berbasis budaya Nusantara tersebut kini mampu bersaing dalam ajang MegPreneur Kabupaten Lamongan 2026.

Pada tahap Online Session, MegPreneur Lamongan 2026 diikuti lebih dari 300 peserta. Setelah melalui proses seleksi, LOKARA berhasil melaju ke Offline Session bersama 200 peserta terpilih.

Selama tiga hari mengikuti Offline Session, tim LOKARA mendapatkan berbagai pembekalan dari pemateri yang kompeten di bidang kewirausahaan, bisnis, pemasaran, branding, inovasi, hingga pengembangan usaha.

Bagi tim LOKARA, keikutsertaan dalam MegPreneur Lamongan 2026 bukan semata-mata tentang kompetisi. Ajang tersebut menjadi ruang belajar sekaligus kesempatan membangun jejaring dengan para pelaku usaha dan UMKM lokal Lamongan.

Menariknya, LOKARA yang lahir dari lingkungan mahasiswa mampu bersaing di tengah peserta yang sebagian telah memiliki pengalaman menjalankan usaha. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk menguji sejauh mana produk yang dikembangkan dapat diterima dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis.

Perjalanan itu kemudian membuahkan apresiasi. LOKARA berhasil meraih penghargaan Grup Terfavorit sekaligus mendapatkan kesempatan memperoleh sertifikasi BNSP dalam rangkaian MegPreneur Lamongan 2026.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi tim LOKARA dan civitas akademika UNISLA. Namun perjalanan mereka belum berhenti. Tim kini masih menantikan hasil terkait kesempatan mendapatkan pendanaan MegPreneur Lamongan 2026.

Jika mendapatkan pendanaan, tim berharap dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan produk, memperkuat pemasaran dan branding, serta memperluas jangkauan LOKARA sebagai board game edukasi yang mengenalkan keberagaman budaya Nusantara kepada generasi muda.

Tiga Mahasiswa UNISLA Bawa LOKARA ke MegPreneur

Dalam ajang MegPreneur Lamongan 2026, LOKARA diwakili oleh tiga mahasiswa Universitas Islam Lamongan yang merupakan putra-putri Lamongan.

Mereka adalah Elsye Glory Islamik, mahasiswa Program Studi Akuntansi, yang dipercaya sebagai ketua tim dan bertanggung jawab terhadap pengembangan bisnis serta manajemen LOKARA.

Kemudian M. Bima Yulian Alfarizi, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, yang menangani bidang IT sekaligus editor produk.

Sementara Ghefira Isna Amelia, mahasiswa Program Studi Akuntansi, berperan sebagai kreator dan promotor LOKARA.

Ketiganya membawa kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi. Kompetensi bisnis, teknologi, kreativitas, serta promosi dipadukan untuk mengembangkan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa misi edukasi dan pengenalan budaya Indonesia.

Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa UNISLA membawa nama kampus melalui karya dan inovasi kewirausahaan.

Tetap Melibatkan Empat Pengembang

Di balik komposisi tiga orang yang mengikuti MegPreneur Lamongan 2026, terdapat cerita tersendiri dalam perjalanan LOKARA.

Sebelumnya, LOKARA dikembangkan oleh empat mahasiswa melalui program P2MW. Salah satunya adalah M. Nuril Qolbi, mahasiswa Program Studi Akuntansi yang saat itu menjadi ketua tim P2MW LOKARA.

M. Nuril Qolbi tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan LOKARA. Namun, ketika mengikuti MegPreneur Kabupaten Lamongan 2026, tim hanya mendaftarkan tiga orang.

Hal tersebut berkaitan dengan persyaratan peserta MegPreneur Lamongan yang diperuntukkan bagi peserta yang merupakan warga asli atau berdomisili di Kabupaten Lamongan.

Sementara M. Nuril Qolbi berasal dari Kabupaten Tuban sehingga tidak dapat didaftarkan sebagai peserta dalam komposisi tim MegPreneur Lamongan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat kolaborasi. Keempat anggota tetap memiliki peran dalam perjalanan pengembangan LOKARA, sedangkan tiga anggota yang memenuhi persyaratan domisili menjadi perwakilan LOKARA dalam ajang MegPreneur Lamongan 2026.

Dari P2MW Menuju Bisnis Berbasis Budaya

Keikutsertaan dalam MegPreneur Lamongan 2026 menjadi tahapan penting bagi LOKARA. Dari sebuah inovasi mahasiswa yang berangkat melalui P2MW, LOKARA kini mendapat kesempatan menguji ide dan kemampuan bisnisnya secara langsung di tengah ratusan peserta serta UMKM lokal Lamongan.

Tiga hari Offline Session memberikan pengalaman mengenai pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya memiliki produk menarik, tetapi juga mempunyai model bisnis, strategi pemasaran, branding, dan keberlanjutan usaha yang jelas.

Penghargaan Grup Terfavorit dan kesempatan memperoleh sertifikasi BNSP semakin menambah motivasi tim untuk mengembangkan LOKARA.

Ketua Tim LOKARA MegPreneur Lamongan 2026, Elsye Glory Islamik, mengatakan perjalanan LOKARA masih panjang.

“Kami ingin membuktikan bahwa dari sebuah ide mahasiswa Universitas Islam Lamongan, sebuah produk budaya bisa dikembangkan menjadi bisnis yang memiliki nilai edukasi dan ekonomi. Kami berharap kesempatan pendanaan ini bisa menjadi langkah awal agar LOKARA dapat berkembang dan dikenal lebih luas,” ujar Elsye.

LOKARA membawa gagasan sederhana: memperkenalkan budaya Indonesia melalui permainan yang menyenangkan.

Dari gagasan tersebut, LOKARA telah melewati sejumlah tahapan, mulai dari lolos P2MW, mengikuti MegPreneur Lamongan 2026, bersaing dengan lebih dari 300 peserta pada Online Session, melaju ke 200 peserta Offline Session, berhadapan dengan UMKM lokal, hingga meraih penghargaan Grup Terfavorit dan kesempatan sertifikasi BNSP.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat berkembang menjadi peluang usaha.

Dari Lamongan, LOKARA kini berharap dapat terus melangkah, mengembangkan bisnis, sekaligus membawa kekayaan budaya Nusantara menjadi karya yang edukatif, inovatif, dan bernilai ekonomi.

— Sorot Publik News
Mengabarkan Fakta, Menyorot Kebenaran.

Recent Articles