Mahasiswa KKN Kelompok 13 UNISLA Bekali Pelaku UMKM Desa Pomahanjanggan melalui Pelatihan Branding Produk dan Laporan Keuangan Sederhana

Pendidikan 01 Aug 2026 05:36 3 min read 64 views By Aksara Kalijaga
Mahasiswa KKN Kelompok 13 UNISLA Bekali Pelaku UMKM Desa Pomahanjanggan melalui Pelatihan Branding Produk dan Laporan Keuangan Sederhana
"Membangun UMKM Desa Naik Kelas melalui Branding Digital dan Pengelolaan Keuangan yang Profesional."

 

LAMONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menggelar Pelatihan Branding Produk dan Pembuatan Laporan Keuangan Sederhana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pomahanjanggan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan meningkatkan wawasan, kemampuan, dan kompetensi pelaku UMKM dalam mengelola serta mengembangkan usahanya di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator dengan memberikan materi mengenai pentingnya membangun branding produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sekaligus memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana yang mudah dipahami dan diterapkan oleh para pelaku usaha.

Peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, melakukan pencatatan transaksi secara tertib, mencatat pendapatan dan pengeluaran, hingga mengetahui kondisi laba maupun rugi usahanya. Melalui pencatatan keuangan yang sederhana namun sistematis, pelaku UMKM diharapkan mampu mengambil keputusan usaha secara lebih tepat dan terarah.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 13, Firman Aryadinata, mengatakan bahwa pelaku UMKM di Desa Pomahanjanggan pada dasarnya telah memiliki potensi usaha yang baik. Namun demikian, peningkatan masih diperlukan terutama dalam aspek pemasaran dan branding produk agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Pelaku UMKM di Desa Pomahanjanggan sebenarnya sudah baik. Namun, ke depan perlu lebih ditingkatkan lagi terkait pemasaran dan branding produknya karena setiap tahunnya teknologi semakin canggih. Apalagi sekarang sudah ada Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu pelaku UMKM dalam memasarkan maupun mengembangkan usahanya," ujar Firman Aryadinata.

Firman berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi para pelaku UMKM untuk lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha, sekaligus membiasakan diri melakukan pencatatan keuangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan mengaku sangat terbantu dengan adanya program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNISLA tersebut.

"Program kerja pelatihan UMKM dan pembuatan laporan keuangan sederhana ini sangat baik. Selama ini masih banyak pelaku UMKM yang belum mengenal bagaimana menyusun laporan keuangan yang sebenarnya. Dengan adanya pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha sehingga dapat membantu mengelola serta mengembangkan usaha ke depannya," ungkap salah seorang peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 13 berharap para pelaku UMKM mampu menerapkan pencatatan keuangan secara konsisten, memahami kondisi usaha yang dijalankan, serta memanfaatkan strategi branding dan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk.

Program ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan pengelolaan usaha yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, UMKM di Desa Pomahanjanggan diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.