Peri Gigi Ramaikan Lamongan Night Carnaval, Cara PDGI Kampanyekan Senyum Sehat di HKGN 2026

Berita 13 Sep 2026 10:40 • 5 min read • 14 views • By admin
Peri Gigi Ramaikan Lamongan Night Carnaval, Cara PDGI Kampanyekan Senyum Sehat di HKGN  2026
Di antara gemerlap kostum dan kemeriahan Lamongan Night Carnaval 2026, sosok “Peri Gigi” hadir membawa misi berbeda. Bukan sekadar menjadi...

Di antara gemerlap kostum dan kemeriahan Lamongan Night Carnaval 2026, sosok “Peri Gigi” hadir membawa misi berbeda. Bukan sekadar menjadi bagian dari hiburan, karakter yang dihadirkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Lamongan itu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut.

 

Aksi tersebut menjadi cara PDGI Lamongan memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2026 yang bertepatan dengan pelaksanaan Lamongan Night Carnaval, Sabtu malam (12/9/2026).

 

Memanfaatkan ramainya masyarakat yang menyaksikan karnaval, para dokter gigi memilih turun langsung ke ruang publik. Edukasi yang biasanya identik dengan ruang pemeriksaan atau kegiatan penyuluhan kali ini dikemas lebih santai melalui karakter Peri Gigi.

 

Penampilannya yang atraktif dan ramah anak membuat Peri Gigi menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Anak-anak yang berada di lokasi dapat berinteraksi sekaligus menerima pesan sederhana tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak usia dini.

 

Tak berhenti pada edukasi, PDGI Lamongan turut membagikan paket sikat gigi dan pasta gigi kepada masyarakat. Perlengkapan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi suvenir kegiatan, tetapi juga mendorong warga menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi secara rutin di rumah.

 

Ketua PDGI Cabang Lamongan, drg. Indah Mardiyah Hayati, M.H., mengatakan pemilihan Lamongan Night Carnaval sebagai ruang kampanye kesehatan merupakan upaya membawa pesan tentang kesehatan gigi lebih dekat kepada masyarakat.

 

Menurut Indah, edukasi kesehatan tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Kegiatan masyarakat yang dihadiri banyak keluarga justru dapat menjadi ruang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih komunikatif dan menyenangkan.

 

“Melalui kehadiran Peri Gigi, kami ingin mengajak masyarakat, terutama anak-anak dan para orang tua, untuk semakin peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Menjaga kesehatan gigi harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan dilakukan secara konsisten sejak dini,” ujar Indah.

 

Salah satu kebiasaan yang terus didorong adalah menyikat gigi secara benar dan teratur. Masyarakat diajak tidak menganggap aktivitas menyikat gigi sebatas rutinitas, melainkan bagian dari upaya pencegahan berbagai gangguan pada gigi dan rongga mulut.

 

“Kami mengajak masyarakat untuk menyikat gigi dengan benar sedikitnya dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur,” katanya.

 

Selain perawatan mandiri di rumah, PDGI Lamongan mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi. Masih adanya kebiasaan datang ke dokter gigi setelah muncul rasa sakit menjadi salah satu hal yang ingin diubah melalui edukasi secara berkelanjutan.

 

Indah menjelaskan, pemeriksaan lebih dini memungkinkan masalah pada gigi dan mulut diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

 

“Pemeriksaan gigi sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika sudah muncul rasa sakit. Upaya pencegahan dan pemeriksaan rutin sangat penting agar masalah pada gigi dan mulut dapat diketahui serta ditangani sejak awal,” jelasnya.

 

Kampanye tersebut memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Melalui sosok Peri Gigi, dunia kesehatan gigi diperkenalkan dalam suasana yang lebih bersahabat. Pendekatan itu sekaligus diharapkan dapat mengurangi anggapan bahwa berkunjung ke dokter gigi merupakan pengalaman yang menakutkan.

 

Bagi PDGI Lamongan, membangun kebiasaan menjaga gigi sejak usia dini memiliki peran penting. Anak yang terbiasa merawat gigi dan mengenal pemeriksaan kesehatan sejak kecil diharapkan memiliki kesadaran yang lebih baik ketika beranjak dewasa.

 

Peran orang tua juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi banyak dibentuk dari lingkungan keluarga, mulai cara menyikat gigi yang benar hingga perhatian terhadap kondisi kesehatan rongga mulut.

 

Gangguan pada gigi dan mulut sendiri dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Gigi berlubang, masalah gusi, penumpukan karang gigi maupun infeksi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan membutuhkan penanganan.

 

Dampaknya pada anak-anak juga dapat terasa dalam kegiatan sehari-hari. Keluhan sakit gigi bisa mengganggu waktu belajar, istirahat dan pola makan. Karena itu, pencegahan menjadi pesan utama yang dibawa PDGI Lamongan dalam peringatan HKGN tahun ini.

 

Momentum HKGN setiap 12 September, menurut Indah, diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan. Masyarakat perlu menjadikannya sebagai pengingat untuk kembali memperhatikan kebiasaan sehari-hari dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

 

Kehadiran PDGI dalam Lamongan Night Carnaval juga memperlihatkan bagaimana pesan kesehatan dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan seni dan hiburan masyarakat. Di tengah suasana karnaval, edukasi disampaikan tanpa menghilangkan unsur kegembiraan.

 

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan mengenai kesehatan gigi lebih mudah diterima. Bagi anak-anak, sosok Peri Gigi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kebiasaan merawat gigi. Sedangkan bagi orang tua, kegiatan tersebut menjadi pengingat untuk mendampingi anak dalam membangun kebiasaan sehat.

 

PDGI Lamongan berharap semangat yang dibawa dalam HKGN 2026 dapat diterapkan masyarakat jauh setelah karnaval berakhir. Perawatan gigi, menurut organisasi profesi tersebut, harus menjadi bagian dari kebiasaan keluarga dan dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mari bersama-sama mewujudkan masyarakat Lamongan yang sehat dengan senyum yang kuat dan terawat,” pungkas drg. Indah.

 

Di tengah semarak Lamongan Night Carnaval 2026, Peri Gigi akhirnya bukan hanya hadir sebagai karakter penghibur. Sosok itu menjadi medium PDGI Lamongan untuk membawa pesan sederhana kepada masyarakat: senyum yang sehat bermula dari kebiasaan merawat gigi setiap hari.