Closing Ceremony KKN UNISLA 2026, Dorong Pengabdian Berbasis Riset dan Kearifan Lokal
Closing Ceremony KKN UNISLA 2026, Dorong Pengabdian Berbasis Riset dan Kearifan Lokal
LAMONGAN — Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menggelar Closing Ceremony Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISLA 2026 pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Pascasarjana UNISLA tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelaksanaan KKN yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta yang tergabung dalam 17 kelompok.
Tidak hanya menjadi agenda penutupan, Closing Ceremony KKN UNISLA 2026 juga diramaikan dengan kegiatan bazar yang diikuti oleh seluruh kelompok KKN. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk UMKM lokal dari daerah masing-masing, sehingga pengabdian mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui upaya mengenalkan potensi ekonomi masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
KKN UNISLA 2026 sendiri mengusung tema “RIPPLE” yang merupakan akronim dari Re-Water, Impact People Action, Protect Land, Long Term Ecosystem. Tema tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian yang berorientasi pada pengelolaan air, pemberdayaan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem.
Dalam sambutannya, Rektor UNISLA menekankan bahwa KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan penelitian berbasis data lapangan dengan aksi pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa didorong untuk mampu memetakan persoalan, menganalisis potensi, serta menghadirkan solusi konkret demi menjaga keberlanjutan ekosistem dan lingkungan. Namun demikian, modernisasi program maupun metodologi riset tetap harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Lamongan.
Ilmu pengetahuan, menurutnya, tidak seharusnya mencabut akar budaya masyarakat. Sebaliknya, ilmu pengetahuan diharapkan mampu menjadi penguat nilai-nilai luhur dan local wisdom yang telah hidup serta berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN UNISLA 2026, Hammam Rofiqi Agustapraja, S.T., M.T., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini diikuti oleh 459 mahasiswa yang tersebar di berbagai desa lokasi pengabdian.
Sejumlah luaran juga berhasil dirancang dalam pelaksanaan KKN UNISLA 2026. Di antaranya pembangunan minimal tiga titik biopori di setiap desa dengan total 41 titik biopori, 17 Memorandum of Agreement (MoA), 17 artikel jurnal yang ditargetkan terbit pada jurnal terakreditasi SINTA, serta 94 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berasal dari program KKN Rekognisi.
“KKN UNISLA 2026 mengusung tema RIPPLE dan diikuti oleh 459 mahasiswa. Dari pelaksanaan ini, kami memiliki beberapa luaran utama, mulai dari minimal tiga titik biopori di setiap desa dengan total 41 titik, 17 MoA, 17 jurnal terakreditasi SINTA, hingga 94 HKI dari KKN Rekognisi,” ujar Hammam.
Tidak berhenti pada pelaksanaan KKN reguler, UNISLA juga akan melanjutkan agenda pengabdian melalui KKN Internasional. Hammam menyampaikan, mahasiswa UNISLA dijadwalkan melaksanakan KKN Internasional di Malaysia pada 1–28 Oktober 2026.
Program tersebut akan berlokasi di Sanggar Belajar At-Tanzil dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi UNISLA dalam bidang pengabdian masyarakat sekaligus memperkenalkan kiprah perguruan tinggi di tingkat internasional.
“Tidak berhenti di KKN reguler, pada 1 sampai 28 Oktober 2026 kami juga akan melaksanakan KKN Internasional di Malaysia, tepatnya di Sanggar Belajar At-Tanzil dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Kami berharap program ini dapat memberikan kontribusi internasional sekaligus membawa nama UNISLA semakin luas,” lanjutnya.
Dengan berakhirnya KKN UNISLA 2026, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada selesainya program di lapangan. Pengalaman selama berinteraksi dengan masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan riset, serta keberanian menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan di tengah masyarakat.