Revitalisasi Perpusdes Embun Literasi, KKN UNISLA Kelompok 10 Resmikan Ruang Belajar Baru untuk Warga Desa Geger

Pendidikan 03 Aug 2026 11:38 3 min read 47 views By Aksara Kalijaga
Revitalisasi Perpusdes Embun Literasi, KKN UNISLA Kelompok 10 Resmikan Ruang Belajar Baru untuk Warga Desa Geger
"Menghidupkan Kembali Literasi Desa, Membangun Generasi Gemar Membaca."

 

LAMONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Kelompok 10 resmi membuka dan meresmikan Perpustakaan Desa (Perpusdes) Embun Literasi di Taman Baca Desa Geger, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Sabtu (1/8/2026) pukul 18.30 WIB. Program ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam menghidupkan kembali fungsi perpustakaan desa sebagai pusat literasi dan ruang belajar bagi masyarakat.

Peresmian dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wahyuni Ahadiyah, Pemerintah Desa Geger yang dipimpin Kepala Desa Subekhan, perangkat desa, Karang Taruna, IPNU-IPPNU Desa Geger, masyarakat, serta anak-anak dan pelajar setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pemutaran video dokumentasi proses revitalisasi Perpusdes Embun Literasi. Acara kemudian diisi sambutan dari Koordinator Desa KKN Kelompok 10 M. Azmil Adam El Nino, DPL, dan Kepala Desa Geger. Peresmian ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis kepada peserta serta pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya kembali fungsi perpustakaan desa. Kegiatan ditutup dengan doa, foto bersama, dan ramah tamah.

Program revitalisasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi Perpusdes Embun Literasi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pembenahan ruang, penataan koleksi buku, serta penyediaan fasilitas pendukung, mahasiswa KKN berharap perpustakaan desa dapat menjadi ruang belajar yang nyaman dan mampu menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

Koordinator Desa KKN Kelompok 10, M. Azmil Adam El Nino, berharap program yang telah dirintis dapat terus berlanjut setelah masa KKN berakhir.

"Kami berharap Perpusdes Embun Literasi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Geger. Apa yang telah kami mulai semoga menjadi awal tumbuhnya budaya literasi yang berkelanjutan. Kami juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga perpustakaan ini sebagai ruang belajar yang bermanfaat bagi generasi muda."

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wahyuni Ahadiyah memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam merevitalisasi perpustakaan desa.

"Mahasiswa telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Perpustakaan yang sebelumnya kurang berfungsi kini berubah menjadi ruang belajar yang bersih, nyaman, tertata rapi, koleksi bukunya telah diberi label, didukung taman yang asri serta akses Wi-Fi sehingga lebih menarik untuk dimanfaatkan sebagai pusat belajar."

Menurut Wahyuni Ahadiyah, keberlanjutan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat.

"Kami berharap Pemerintah Desa dapat menjembatani pengelolaan Perpusdes ini dengan melibatkan PKK, guru SPS, pemuda, dan masyarakat sebagai pengelola yang aktif. Kami bersama mahasiswa juga siap memberikan pendampingan apabila dibutuhkan untuk mengembangkan berbagai program literasi di masa mendatang."

Kepala Desa Geger, Subekhan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNISLA yang telah menghadirkan fasilitas literasi yang lebih representatif bagi masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah bekerja keras menghidupkan kembali Perpusdes Embun Literasi. Kami berharap taman baca ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga selalu ramai dikunjungi anak-anak, pelajar, maupun masyarakat umum."

Ia menambahkan bahwa manfaat perpustakaan memang tidak dapat dirasakan secara instan, namun dalam jangka panjang akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Geger melalui budaya membaca dan belajar.

Melalui revitalisasi Perpusdes Embun Literasi, KKN UNISLA Kelompok 10 berharap perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang sebagai pusat kegiatan literasi, diskusi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.(Aksara Kalijaga)

Recent Articles