Dies Natalis ke-26 UNISLA, Abdul Ghofur Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak

Pendidikan 10 Aug 2026 18:52 3 min read 9 views By Aksara Kalijaga
Dies Natalis ke-26 UNISLA, Abdul Ghofur Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak
"Mencetak Generasi Berkarakter di Tengah Disrupsi Teknologi"

LAMONGAN | Sorot Publik News – Di tengah derasnya arus transformasi digital dan revolusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menegaskan komitmennya untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi ruh peringatan Dies Natalis ke-26 UNISLA yang mengangkat tema "Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak", sebagai arah strategis kampus dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat.

Rektor UNISLA, Abdul Ghofur, menegaskan bahwa usia ke-26 bukan sekadar penanda perjalanan institusi, melainkan momentum memperkuat transformasi pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang tinggi. Dunia kerja dan kehidupan sosial kini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi, memiliki integritas moral, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

"Kita harus menguasai ilmu pengetahuan agar tidak tergilas oleh perubahan zaman. Namun, penguasaan ilmu juga harus disertai akhlak dan diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Abdul Ghofur.

Menjawab Tantangan Revolusi AI

Perkembangan teknologi digital dan AI telah mengubah wajah pendidikan, industri, hingga pola kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi melalui penyempurnaan kurikulum, penguatan riset, dan peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi.

UNISLA menilai adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Karena itu, kampus terus memperkuat literasi digital, penguasaan sains, serta mendorong lahirnya riset-riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan langkah tersebut, lulusan UNISLA diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar kerja, tetapi juga menjadi inovator dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Karakter Tetap Menjadi Fondasi

Di balik pesatnya perkembangan teknologi, UNISLA menegaskan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi pilar utama. Sebagai perguruan tinggi Islam, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) terus menjadi fondasi dalam membentuk pribadi mahasiswa yang berintegritas, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika.

Bagi UNISLA, kecanggihan teknologi tanpa moralitas hanya akan melahirkan kecerdasan yang kehilangan arah. Sebaliknya, perpaduan antara ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial diyakini menjadi modal utama dalam menciptakan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global.

Momentum Transformasi

Memasuki usia ke-26, UNISLA memandang Dies Natalis sebagai momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus mempercepat transformasi kelembagaan. Penguatan kualitas akademik, riset, inovasi, kemitraan, hingga pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

Tema "Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak" bukan sekadar slogan seremonial, melainkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang menghasilkan lulusan unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.