Mahasiswa KKN UNISLA Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SDN Tambakploso

Pendidikan 09 Aug 2026 15:46 3 min read 32 views By Aksara Kalijaga
Mahasiswa KKN UNISLA Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SDN Tambakploso
Mahasiswa KKN UNISLA tanamkan budaya anti-bullying dan literasi digital sejak usia dini.

 

Lamongan, Sorot Publik News – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Universitas Islam Lamongan (UNISLA). Melalui sosialisasi bertajuk "Kenakalan pada Anak dan Pencegahan Bullying", mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa-siswi SDN Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan anak, mulai dari pergaulan bebas, perundungan (bullying), hingga dampak negatif penggunaan teknologi digital dan telepon genggam (HP) yang tidak bijaksana.

Dengan metode penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami, para mahasiswa mengajak siswa mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampaknya terhadap korban, serta membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa empati di lingkungan sekolah.

Penanggung jawab kegiatan, Nurmadhona Novita Dwipriyanti, mengatakan bahwa sosialisasi tersebut dilatarbelakangi masih adanya kasus perundungan yang ditemukan di lingkungan sekolah.

"Di SDN Tambakploso masih terdapat banyak kasus bullying yang sering terjadi. Saya juga sering mendapati anak-anak berkata-kata toxic karena pengaruh penggunaan HP. Karena itu kami mengadakan sosialisasi untuk mengedukasi sekaligus menanamkan pemahaman tentang bahaya kenakalan anak, pentingnya mencegah bullying, serta membentengi diri dari pengaruh negatif dunia digital sejak usia sekolah dasar," ujarnya.

Menurutnya, pendidikan karakter harus diberikan sejak dini agar anak-anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, serta mampu menggunakan teknologi secara bijak.

"Kami berharap adik-adik di SDN Tambakploso tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berempati, menghargai sesama, taat terhadap norma, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif," tambahnya.

Suasana haru mewarnai kegiatan ketika salah seorang siswi kelas V, Ilona Ifra, yang pernah menjadi korban bullying, membagikan pengalaman pribadinya di hadapan teman-teman dan para mahasiswa KKN.

"Saya pernah diejek dengan nama orang tua, bahkan pernah dipukul. Rasanya sedih dan membuat saya takut berangkat ke sekolah. Tapi setelah ada kegiatan dari kakak-kakak mahasiswa KKN, teman-teman mulai sadar kalau ejekan itu menyakitkan dan mereka mau meminta maaf. Sekarang saya merasa lebih tenang dan senang karena kami sudah saling memaafkan dan bisa berteman lagi," ungkap Ilona.

Kesaksian tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perundungan dapat meninggalkan luka psikologis bagi anak. Namun, melalui edukasi yang tepat, kesadaran untuk saling menghormati dan menghargai dapat tumbuh sejak dini.

Selain membahas pencegahan bullying, mahasiswa KKN juga mengajak para siswa menjauhi berbagai perilaku negatif seperti tawuran, merokok, minuman keras, narkoba, hingga penyalahgunaan media sosial. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membatasi penggunaan telepon genggam agar dimanfaatkan sebagai sarana belajar, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas.

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Stop Bullying  yang berisi pesan persahabatan dan saling menyayangi.

"Di sini teman, di sana teman, di mana-mana kita berteman. Tak ada musuh, tak ada lawan. Semua saling sayang dengan teman. Tidak ejek-ejekan, tidak pukul-pukulan, saling tolong dan sayang sama teman."

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 2 UNISLA berharap budaya anti-bullying dapat tumbuh di lingkungan SDN Tambakploso sehingga tercipta sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Selain itu, sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan hak-hak anak serta membangun generasi yang berkarakter, berakhlak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Recent Articles