Abon Bandeng Jadi Peluang Usaha Baru, KKN UNISLA Berdayakan PKK Desa Keben
Lamongan, Sorot Publik News – Potensi ikan bandeng sebagai komoditas unggulan Desa Keben mendapat sentuhan inovasi melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Kelompok 12. Bertempat di Balai Desa Keben, Senin (10/8/2026), mahasiswa KKN menggelar pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng menjadi Abon bersama Ibu-Ibu PKK sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi desa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan program kepada para peserta. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai bahan baku, peralatan, hingga tahapan pengolahan ikan bandeng menjadi abon yang higienis, praktis, dan memiliki daya simpan lebih lama.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap proses, mulai dari pemisahan daging ikan dari duri, pencampuran bumbu, proses pemasakan, pengeringan, hingga pengemasan produk. Antusiasme Ibu-Ibu PKK terlihat sepanjang kegiatan karena mereka memperoleh pengalaman baru yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UNISLA Kelompok 12 berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi langkah awal lahirnya produk unggulan Desa Keben.
"Kami berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, terutama Ibu-Ibu PKK. Produk abon bandeng ini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan dari sisi kualitas, cita rasa, kemasan, branding hingga pemasaran sehingga mampu bersaing di pasaran," ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat karena memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
"Mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah KKN selesai. Inilah esensi pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.
Ketua PKK Desa Keben juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat dalam mengolah ikan bandeng menjadi produk yang lebih bernilai jual.
"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNISLA. Kegiatan ini memberikan tambahan ilmu dan keterampilan kepada Ibu-Ibu PKK serta membuka peluang usaha baru berbasis potensi desa. Harapan kami, keterampilan ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga," tuturnya.
Desa Keben sendiri memiliki potensi perikanan, khususnya ikan bandeng, yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar. Melalui inovasi diversifikasi produk menjadi abon, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi, memiliki daya simpan lebih lama, serta berpotensi menjadi oleh-oleh khas desa.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal. Dengan semangat pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN UNISLA berharap abon bandeng tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi berkembang menjadi produk unggulan yang mampu mengangkat nama Desa Keben di tingkat yang lebih luas.