Tradisi Berbagi Kades Sukorejo, Hasil Panen Padi hingga Ikan Dibagikan ke Ratusan Rumah Warga

Berita 13 Sep 2026 10:36 • 4 min read • 15 views • By admin
Tradisi Berbagi Kades Sukorejo, Hasil Panen Padi hingga Ikan Dibagikan ke Ratusan Rumah Warga
Musim panen bagi warga Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, tak hanya menjadi momentum bagi petani untuk menikmati hasil dari sawah. Ada...

Musim panen bagi warga Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, tak hanya menjadi momentum bagi petani untuk menikmati hasil dari sawah. Ada tradisi berbagi yang terus dipertahankan Kepala Desa Sukorejo, Suminto. Setiap selesai panen, sebagian hasil yang diperolehnya disisihkan untuk dibagikan kepada ratusan rumah warga di desanya.

Tradisi tersebut dilakukan secara merata. Tidak hanya menyasar keluarga kurang mampu atau kelompok tertentu, setiap rumah di Desa Sukorejo mendapatkan bagian yang sama. Untuk hasil panen padi, masing-masing rumah menerima satu kemasan beras seberat 5 kilogram.

Jumlahnya pun tidak sedikit. Setiap tahun, lebih dari 400 paket beras disiapkan untuk dibagikan kepada warga yang tersebar di dua dusun, yakni Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan.

Proses pendistribusian dilakukan dengan cara sederhana. Ratusan paket beras diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka. Dua orang yang mendapat tugas kemudian berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mengantarkan beras tersebut.

Meski Suminto tidak selalu turun langsung saat pendistribusian, warga telah mengetahui bahwa beras yang tiba di rumah mereka merupakan bagian hasil panen yang disisihkan kepala desa untuk masyarakat.

Bagi warga, kegiatan tersebut bukan lagi sesuatu yang asing. Pembagian hasil panen telah berlangsung secara rutin dan menjadi kebiasaan yang ditunggu setiap musim panen berakhir.

Menariknya, kebiasaan berbagi itu tidak hanya dilakukan ketika musim panen padi. Saat memasuki musim panen ikan, Suminto juga menyisihkan sebagian hasilnya untuk masyarakat. Ikan tersebut kemudian didistribusikan kepada warga melalui orang-orang yang ditugaskan mengantarkannya.

Kusbianto, salah seorang warga Desa Sukorejo, mengatakan masyarakat telah beberapa kali merasakan langsung pembagian hasil panen tersebut. Menurut dia, pemberian dilakukan kepada seluruh rumah sehingga tidak hanya dinikmati sebagian warga.

“Tiap tahun semua rumah dapat beras dan ikan dari Pak Kades,” ujar Kusbianto.

Menurutnya, kebiasaan tersebut memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat. Terlebih, pembagian dilakukan tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi ekonomi penerima. Selama tercatat sebagai rumah warga Desa Sukorejo, mereka mendapatkan bagian.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sukorejo Suminto membenarkan kebiasaan membagikan sebagian hasil panennya kepada masyarakat. Ia mengatakan langkah tersebut telah menjadi komitmen bersama istrinya sejak awal dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai kepala desa.

“Sudah kami niatkan dari awal menjabat. Alhamdulillah, hasil panen petani di desa ini tahun ini cukup baik, harga gabah juga bagus. Sebagian kami sisihkan untuk dibagikan kepada warga,” kata Suminto.

Menurut Suminto, jumlah paket yang disiapkan menyesuaikan jumlah rumah warga. Hal tersebut dilakukan agar pembagian dapat menjangkau masyarakat secara merata dan tidak ada rumah yang terlewat.

Desa Sukorejo terdiri atas dua wilayah dusun, yakni Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan. Berdasarkan jumlah rumah yang menjadi acuan pembagian, terdapat sekitar 430 rumah yang setiap tahunnya menjadi sasaran pendistribusian hasil panen.

“Jumlahnya mengacu pada jumlah rumah warga. Desa Sukorejo terdiri dari Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, dengan jumlah sekitar 430 rumah,” jelas Suminto.

Dengan jumlah tersebut, sedikitnya sekitar 2,1 ton beras diperlukan apabila masing-masing dari sekitar 430 rumah menerima lima kilogram. Beras itu kemudian dikemas dan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat setelah musim panen selesai.

Bagi Suminto, kegiatan tersebut bukan semata-mata dinilai dari jumlah beras maupun ikan yang diterima setiap keluarga. Ia memaknainya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang dipimpinnya.

Terlebih, sektor pertanian masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pedesaan. Ketika hasil panen dan harga komoditas berada dalam kondisi baik, menurutnya, kebahagiaan tersebut selayaknya dapat dirasakan bersama.

“Yang terpenting adalah rasa syukur dan kebersamaan. Ketika ada rezeki dari hasil panen, kami ingin sebagian juga bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Kebiasaan berbagi itu terus dipertahankan sejak Suminto menjabat Kepala Desa Sukorejo. Tidak dibuat dalam seremoni khusus, hasil panen justru dikirim langsung menuju rumah-rumah warga agar pembagiannya lebih sederhana dan merata.

Bagi masyarakat Sukorejo, paket beras lima kilogram maupun hasil panen ikan yang diterima mungkin memiliki nilai yang berbeda bagi setiap keluarga. Namun, tradisi tersebut menghadirkan pesan kebersamaan: hasil panen tidak hanya menjadi cerita tentang apa yang diperoleh dari sawah dan tambak, tetapi juga tentang bagaimana sebagian hasilnya dapat dibagikan kepada warga.

Dari Dusun Jalak hingga Dusun Kepatihan, tradisi itu kembali hadir setiap musim panen. Sebuah kebiasaan yang berawal dari niat Suminto bersama istrinya dan hingga kini tetap dipertahankan sebagai bentuk rasa syukur serta kepedulian kepada masyarakat Desa Sukorejo.