Ribuan Hektare Sawah Terancam Wereng, Pemkab Lamongan Bergerak Cegah Gagal Panen

Pertanian 09 Jul 2026 14:32 2 min read 42 views By Aksara Kalijaga
Ribuan Hektare Sawah Terancam Wereng, Pemkab Lamongan Bergerak Cegah Gagal Panen
Pemkab Bergerak Cegah Gagal Panen

 Ancaman serangan Wereng Batang Coklat (WBC) membayangi ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Lamongan. Untuk mengantisipasi potensi gagal panen, Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak di 19 kecamatan dengan memanfaatkan teknologi drone pertanian.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam menekan penyebaran hama wereng yang berpotensi menurunkan produktivitas padi hingga menyebabkan puso atau gagal panen.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa pengendalian harus dilakukan secara serentak agar populasi wereng tidak berpindah dari satu hamparan sawah ke hamparan lainnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lamongan pada periode 1 Juni hingga 3 Juli 2026, sekitar 2.186,88 hektare lahan persawahan di 19 kecamatan masuk kategori waspada terhadap serangan Wereng Batang Coklat. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat agar serangan tidak berkembang menjadi lebih luas.

Adapun wilayah yang menjadi sasaran pengendalian meliputi Kecamatan Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Deket.

Menanggapi langkah antisipasi tersebut, petani asal Kecamatan Sugio, H. Kartawi, mengapresiasi gerakan pengendalian hama yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkab Lamongan dalam mengantisipasi serangan wereng. Pengendalian yang dilakukan secara serentak sangat penting karena hama ini mudah berpindah dari satu sawah ke sawah lainnya. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat serangan sudah meluas, tetapi juga dibarengi pendampingan rutin kepada petani agar potensi gagal panen bisa dicegah sejak dini," ujar H. Kartawi.

Ia juga berharap pemerintah terus memastikan ketersediaan sarana pengendalian hama, termasuk obat-obatan dan pendampingan dari petugas lapangan, sehingga petani dapat merespons lebih cepat apabila muncul gejala serangan wereng di wilayahnya.

Dengan luas lahan pertanian yang mencapai lebih dari 100 ribu hektare dan menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur, keberhasilan pengendalian hama wereng menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di Kabupaten Lamongan. Sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani diharapkan mampu menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.