Mas Dodon dan Laskar Metal, Merawat Warisan Skena Rock Lamongan

Tokoh 12 Aug 2026 09:03 2 min read 69 views By Kang Tholib
Mas Dodon dan Laskar Metal, Merawat Warisan Skena Rock Lamongan
"Tetap menggelegar, menjaga bara rock Lamongan tetap menyala."

 

Lamongan | Sorot Publik News – Musik rock mungkin telah melewati masa keemasannya. Panggung-panggung besar tak lagi seramai dulu, dan tren musik terus berganti mengikuti zaman. Namun, bagi mereka yang hidup bersama rock, semangat itu tidak pernah benar-benar padam. Ia tetap menyala dalam ruang-ruang latihan, di balik dentuman drum, raungan gitar, dan suara lantang para musisinya.

Di sebuah studio sederhana di Lamongan, semangat itu kembali terasa. Laskar Metal berkumpul, bukan sekadar memainkan lagu, tetapi merawat sebuah perjalanan panjang yang telah menjadi bagian dari sejarah musik rock di daerah ini.

Di garis depan berdiri Abahe Do2n, atau yang lebih akrab disapa Mas Dodon. Sosok yang telah lama dikenal sebagai salah satu vokalis rock legendaris Lamongan itu masih menunjukkan karakter panggung yang sama seperti bertahun-tahun lalu. Mikrofon digenggam erat, suara menggelegar memenuhi ruangan, sementara kepalan tangan menjadi simbol bahwa semangat rock belum kehilangan nyawanya.

Bersama Mas Dodon, Laskar Metal diperkuat oleh musisi-musisi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia musik, yakni Endro Eswara pada bass, Erwin Mohay sebagai gitaris pertama, VerNanDo pada gitar kedua, Aries Ceplus di balik drum, serta Boy Rere yang mengisi permainan keyboard. Perbedaan karakter musikal justru menjadi kekuatan yang menyatukan mereka dalam satu harmoni.

Bagi Laskar Metal, latihan bukan sekadar mempersiapkan penampilan. Setiap pertemuan menjadi ruang untuk menjaga persaudaraan, berbagi pengalaman, sekaligus memastikan bahwa denyut musik rock di Lamongan tetap terdengar. Mereka percaya, musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga tentang loyalitas, persahabatan, dan kecintaan terhadap karya.

Di tengah derasnya arus musik digital dan perubahan selera generasi muda, keberadaan band seperti Laskar Metal menjadi pengingat bahwa rock memiliki akar yang kuat. Ia tumbuh dari idealisme, keberanian berekspresi, dan semangat pantang menyerah yang masih relevan hingga hari ini.

Mas Dodon dan rekan-rekannya mungkin tidak lagi mengejar popularitas. Namun, mereka memilih tetap berkarya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang yang telah mereka tempuh. Selama masih ada ruang untuk bernyanyi, selama gitar masih dapat meraung, dan selama penonton masih mengangkat tangan mengikuti irama, rock akan tetap hidup.

Laskar Metal membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk berkarya. Justru pengalaman telah menempa mereka menjadi musisi yang matang, rendah hati, dan tetap mencintai musik dengan sepenuh hati.

Karena pada akhirnya, rock bukan sekadar genre musik. Ia adalah semangat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan di Lamongan, bara itu masih terus menyala bersama Mas Dodon dan Laskar Metal.

Recent Articles