Ning Lia Diganjar Penghargaan atas Konsistensi Dorong Partisipasi Politik Anak Muda

Berita 11 Sep 2026 21:22 • 4 min read • 22 views • By admin
Ning Lia Diganjar Penghargaan atas Konsistensi Dorong Partisipasi Politik Anak Muda
Ning Lia Diganjar Penghargaan atas Konsistensi Dorong Partisipasi Politik Anak Muda   SURABAYA – Konsistensi Anggota DPD RI asal Jawa Tim...

SURABAYA – Konsistensi Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, dalam mendorong generasi muda agar aktif dalam kehidupan politik dan demokrasi mendapat apresiasi. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu meraih penghargaan Senator Penggerak Demokrasi dalam ajang 9.9 Awarding Ketik.com.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara bertema “Melesat Hebat” yang berlangsung di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu (9/9/2026).

Apresiasi tersebut tidak terlepas dari kiprah Ning Lia dalam mendorong partisipasi publik, khususnya kalangan anak muda. Ia selama ini menekankan pentingnya generasi Z untuk tidak apatis terhadap politik karena berbagai keputusan politik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Bagi Ning Lia, keterlibatan anak muda menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Terlebih, Gen Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan memiliki akses informasi yang jauh lebih luas melalui berbagai platform digital.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar bagi anak muda untuk berkontribusi terhadap kehidupan publik. Namun, kemudahan memperoleh informasi juga harus diimbangi kemampuan untuk memahami persoalan secara kritis dan memilah informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebagai pejabat, kita memiliki tugas penting untuk menumbuhkan semangat positif di kalangan generasi muda agar tidak apatis terhadap politik,” ujar Ning Lia usai menerima penghargaan.

Menurut Ning Lia, politik tidak seharusnya hanya dipersepsikan sebagai persoalan perebutan jabatan dan kekuasaan. Politik juga merupakan proses yang menghasilkan berbagai kebijakan dan keputusan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan mengenai pendidikan, kesehatan, perekonomian, lapangan pekerjaan hingga pelayanan publik, misalnya, tidak dapat dilepaskan dari proses politik.

Atas dasar itu, anak muda didorong untuk memiliki kepedulian terhadap isu-isu publik dan tidak sekadar menjadi penonton dalam proses demokrasi.

Ning Lia mengatakan, generasi muda memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran. Partisipasi tersebut tidak selalu harus dilakukan dengan terjun ke dalam politik praktis atau menjadi anggota partai politik.

Anak muda dapat berkontribusi dengan menyampaikan aspirasi, memberikan kritik terhadap kebijakan, terlibat dalam forum publik hingga menawarkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

Ia juga mendorong Gen Z berani speak up ketika menemukan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Namun, keberanian menyampaikan kritik harus tetap berpijak pada fakta dan tidak sekadar mengikuti arus informasi yang berkembang di media sosial.

“Gen Z harus melek digital dan melek politik secara bersamaan. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” tegas politisi yang dikenal sebagai pecinta batik tersebut.

Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi semakin penting di tengah derasnya informasi yang beredar. Anak muda perlu mampu membedakan antara informasi faktual, opini maupun informasi menyesatkan sebelum mengambil sikap terhadap suatu persoalan.

Dengan kemampuan tersebut, ruang digital diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyampaikan komentar, tetapi juga berkembang sebagai ruang diskusi yang sehat dan produktif.

Selain mendorong keterlibatan generasi muda, Ning Lia memandang demokrasi tidak boleh berhenti setelah proses pemungutan suara selesai.

Partisipasi masyarakat tetap dibutuhkan untuk mengawal berbagai kebijakan pemerintah dan memastikan aspirasi publik memperoleh ruang dalam proses pengambilan keputusan.

Pandangan tersebut juga berkaitan dengan mandat yang diterima Ning Lia dari masyarakat Jawa Timur. Pada Pemilu 2024, ia berhasil meraih 2.739.123 suara dalam pemilihan anggota DPD RI dari Jawa Timur.

Bagi Ning Lia, dukungan hampir tiga juta suara itu bukan sekadar angka dalam kontestasi elektoral. Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dengan membuka ruang dialog dan memperjuangkan aspirasi publik melalui tugasnya sebagai senator.

Komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, menurutnya, harus tetap terbangun setelah pemilu. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam mengawal jalannya demokrasi.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus mengatakan, 9.9 Awarding merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh, mitra serta insan inspiratif nasional maupun regional yang memiliki dedikasi, integritas dan kontribusi di bidang masing-masing.

Angka 9.9 dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ketik.com pada 9 September 2022. Angka sembilan sekaligus merepresentasikan jumlah tokoh yang menerima penghargaan dalam gelaran tersebut.

Adapun tema “Melesat Hebat” membawa semangat agar Ketik.com terus berkembang dan memperluas jangkauan kepada masyarakat melalui informasi serta karya jurnalistik berkualitas.

Bagi Ning Lia, penghargaan Senator Penggerak Demokrasi bukan hanya sebuah apresiasi. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat terhadap tanggung jawabnya sebagai wakil daerah untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia menegaskan demokrasi membutuhkan keterlibatan semua elemen, termasuk generasi muda. Anak muda diharapkan tidak menjauh dari politik, melainkan hadir sebagai kekuatan kritis yang mampu menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan dan menawarkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Dengan semakin besarnya partisipasi generasi muda, demokrasi diharapkan tidak sekadar menjadi agenda lima tahunan, tetapi benar-benar tumbuh sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa.

Recent Articles