Antisipasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Gerak Cepat Salurkan Air Bersih untuk Warga

Pemerintahan 29 Jul 2026 06:22 2 min read 33 views By Reporter Sorot Publik
Antisipasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Gerak Cepat Salurkan Air Bersih untuk Warga
"Pemerintah bergerak, masyarakat mendapat kepastian akses air bersih di tengah ancaman musim kemarau."

 

LAMONGAN | Sorot Publik News – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan. Mengantisipasi krisis air bersih, Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang melalui perbaikan sumber-sumber air.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak YES) turun langsung meninjau penyaluran bantuan di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/7). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Menurut Pak YES, solusi yang disiapkan tidak hanya berupa distribusi air bersih, tetapi juga pembenahan infrastruktur agar masyarakat memiliki sumber air yang lebih memadai ketika kemarau mencapai puncaknya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pengerukan waduk seluas hampir dua hektare di Dusun Walangkopo. Waduk tersebut selama ini menjadi tumpuan utama warga ketika pasokan air mulai menipis.

"Selain pengerukan waduk, pemerintah juga akan membantu perbaikan pompa serta instalasi listrik agar sumber air dapat dimanfaatkan secara maksimal saat musim kemarau," ujar Pak YES.

Pada kesempatan itu, Pemkab Lamongan menyalurkan lima tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Bantuan juga dilengkapi dengan terpal tandon, terpal, dan jeriken untuk mendukung penyimpanan serta pendistribusian air kepada masyarakat.

Pak YES memastikan bantuan air bersih tidak berhenti pada penyaluran awal. Selama masyarakat masih membutuhkan, distribusi akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Bantuan ini akan terus kami salurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Warga dapat berkoordinasi melalui kepala desa agar penyalurannya bisa segera dilakukan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lamongan, Sami'an, mengungkapkan hasil pemetaan menunjukkan terdapat 15 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan, meliputi 89 desa dan 168 dusun.

Dari jumlah tersebut, 45 desa masuk kategori langka air, sedangkan 44 desa lainnya berada dalam kategori kritis. Wilayah-wilayah tersebut akan menjadi prioritas penanganan selama musim kemarau berlangsung.

Pemkab Lamongan berharap langkah antisipatif melalui penyaluran air bersih dan peningkatan kapasitas sumber air mampu meminimalkan dampak kekeringan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga musim hujan kembali tiba.

(Redaksi Sorot Publik News)