Gejolak MUSCAM KNPI Lamongan, Imam Fadlli Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permintaan Maaf kepada Pemuda Pancasila
Lamongan | Sorot Publik News – Dinamika menjelang pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Kabupaten Lamongan sempat memicu ketegangan antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Lamongan dengan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan.
Persoalan tersebut bermula dari kekecewaan jajaran Pemuda Pancasila yang merasa tidak dilibatkan dalam proses komunikasi dan koordinasi awal pelaksanaan MUSCAM. Dalam komunikasi internal yang diterima Sorot Publik News, salah satu pengurus mempertanyakan mengapa tidak ada koordinasi dengan perwakilan Pemuda Pancasila yang selama ini menjadi bagian dari kepengurusan DPD KNPI Lamongan.
"Kok ndak konfirmasi ke Peyan, disek yang perwakilan PP di KNPI," demikian salah satu isi percakapan yang beredar.
Menyikapi persoalan tersebut, MPC Pemuda Pancasila Lamongan mengambil sikap untuk tidak mengikuti seluruh rangkaian MUSCAM KNPI di tingkat kecamatan. Sikap itu juga diikuti pernyataan Yoyok, Wakil Ketua DPD KNPI Lamongan dari unsur Pemuda Pancasila, yang menyatakan siap mengundurkan diri apabila organisasi memutuskan menarik diri dari KNPI.
"Kalau memang ini menjadikan kita tersinggung, mari kita sepakati mundur dari KNPI. Saya siap melepaskan jabatan sebagai Wakil Ketua," tegas Yoyok.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan, H. Dafit, menilai rasa kecewa yang muncul merupakan sesuatu yang wajar mengingat posisi Pemuda Pancasila sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki peran strategis di Kabupaten Lamongan.
"Ketersinggungan itu wajar terjadi. Pemuda Pancasila adalah organisasi besar dan punya peran strategis di Lamongan. Jadi wajarlah kalau kader-kader kami tersinggung," ujar H. Dafit kepada Sorot Publik News.
Di sisi lain, berdasarkan dokumen undangan MUSCAM KNPI yang diterima redaksi, nama Pemuda Pancasila tercantum sebagai salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang diundang mengikuti MUSCAM bersama organisasi kepemudaan lainnya.
Setelah dikonfirmasi Sorot Publik News, Ketua DPD KNPI Kabupaten Lamongan, Imam Fadlli, S.IP., M.Si, akhirnya memberikan klarifikasi melalui pesan suara. Dalam keterangannya, Imam Fadlli mengakui adanya kekeliruan dalam proses komunikasi yang dilakukan pihaknya.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan terjadi karena unsur kesengajaan, melainkan karena ketidaktahuannya bahwa kepengurusan Pemuda Pancasila telah terbentuk di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan.
"Saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaktahuan kami bahwa kepengurusan Pemuda Pancasila sudah ada di setiap kecamatan. Ini murni ketidaktahuan kami selaku Ketua DPD KNPI. Saya juga sudah meminta maaf, baik atas nama pribadi maupun atas nama Ketua DPD KNPI," ujar Imam Fadlli.
Permintaan maaf tersebut menjadi respons resmi pertama dari DPD KNPI Lamongan atas dinamika yang berkembang menjelang pelaksanaan MUSCAM.
Sorot Publik News akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini dan memberikan ruang yang sama kepada seluruh pihak untuk menyampaikan klarifikasi sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.