Rakerda PAN Lamongan: Merawat Sejarah, Menutup Friksi, Menatap Masa Depan
LAMONGAN, Sorot Publik News — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lamongan, Minggu (16/8/2026), menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus menyatukan kembali kekuatan partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
Rakerda tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC PAN dan pengukuhan relawan. Namun, ada suasana lain yang membuat agenda partai kali ini terasa istimewa: hadirnya sejumlah tokoh senior yang pernah mewarnai perjalanan PAN di Lamongan.
Di antaranya H. Masfuk, SH, mantan Bupati Lamongan dua periode; Amar Saefudin, mantan Wakil Bupati Lamongan; serta Husnul Aqib, mantan Ketua DPD PAN Lamongan yang kini menjabat Sekretaris DPW PAN Jawa Timur.
Di forum yang sama hadir Ketua DPD PAN Lamongan saat ini, Hamzah Fansuri, serta Viva Yoga Mauladi, kader PAN yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Transmigrasi.
Pertemuan para tokoh dari lintas generasi tersebut bukan sekadar menjadi ruang silaturahmi. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan perjalanan panjang PAN Lamongan, dari masa awal membangun kekuatan politik di daerah hingga kader-kadernya mengambil peran di tingkat nasional.
Merawat Sejarah, Bukan Sekadar Mengenang
Nama H. Masfuk memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan politik dan pemerintahan Lamongan. Ia pernah dipercaya memimpin Kabupaten Lamongan selama dua periode.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah politik daerah sekaligus menunjukkan bahwa kader partai dari daerah dapat memperoleh kepercayaan masyarakat untuk menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.
Bagi PAN Lamongan hari ini, pengalaman tersebut bukan semata untuk dikenang. Ada pelajaran politik yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi, tetapi juga kualitas kader, kemampuan membangun komunikasi politik, kepercayaan masyarakat dan soliditas organisasi.
Karena itu, sejarah menjadi penting bukan untuk membawa partai kembali ke masa lalu, melainkan menjadi pijakan dalam menentukan langkah ke depan.
Menutup Friksi, Menyatukan Visi
Pesan mengenai persatuan menjadi salah satu bagian penting dalam Rakerda.
Husnul Aqib, yang pernah memimpin DPD PAN Lamongan dan kini dipercaya sebagai Sekretaris DPW PAN Jawa Timur, menegaskan bahwa dinamika dan perbedaan yang pernah mewarnai perjalanan PAN Lamongan sudah seharusnya ditinggalkan.
“Hari ini sudah tidak ada lagi friksi-friksian. Friksi Amar Saefudin, friksi Yoga, friksi Aqib dan friksi Masfuk. Yang ada sekarang adalah PAN satu untuk menang.”
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa konsolidasi PAN Lamongan tidak hanya menyangkut penguatan struktur organisasi, tetapi juga upaya menyatukan seluruh potensi kader.
Perbedaan yang pernah terjadi tidak harus menjadi sekat permanen. Justru pengalaman dari berbagai dinamika tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kekuatan politik yang lebih solid.
Semangat menyatukan visi itu pula yang menjadi salah satu pesan Rakerda.
PAN Ingin Mengembalikan Kekuatan Politik
Khusus di Lamongan, konsolidasi tersebut diarahkan untuk mengembalikan kekuatan politik PAN di DPRD Kabupaten Lamongan.
Husnul Aqib menegaskan bahwa Rakerda menjadi kesempatan bagi jajaran PAN untuk menyatukan visi dan membangun kembali kekuatan politik partai.
“Jadi khusus hari ini di Lamongan, kami menyatukan visi untuk mengembalikan kursi kembali,” tegas Husnul.
Dari konsolidasi tersebut, PAN Lamongan memasang target meraih delapan kursi DPRD Kabupaten Lamongan pada kontestasi legislatif mendatang.
Target tersebut sekaligus diarahkan untuk membawa PAN masuk dalam jajaran pimpinan DPRD Lamongan.
“Target ke depan sekali lagi agar mendapatkan delapan kursi, masuk di pimpinan DPRD,” pungkas Husnul.
Target delapan kursi tentu bukan pekerjaan ringan. Untuk mewujudkannya, PAN membutuhkan penguatan struktur hingga tingkat bawah, soliditas kader, kerja relawan, kaderisasi serta kemampuan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Hamzah: Kerja Politik Harus Dimulai Sekarang
Di bawah kepemimpinan Hamzah Fansuri, DPD PAN Lamongan kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan target tersebut menjadi kerja politik yang nyata.
Hamzah menegaskan bahwa konsolidasi dan kerja politik tidak dapat dilakukan hanya menjelang momentum pemilu. Kerja tersebut harus dimulai sejak sekarang dengan mengutamakan kepercayaan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting karena target delapan kursi tidak cukup hanya dibangun melalui kalkulasi politik internal.
Dibutuhkan kerja yang konsisten di tengah masyarakat, menjaga komunikasi dengan konstituen, memperkuat struktur partai dan memastikan kader hadir menjawab persoalan serta aspirasi masyarakat.
Dengan demikian, target politik PAN Lamongan tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjadi ukuran dari seberapa jauh konsolidasi organisasi mampu diterjemahkan menjadi kepercayaan publik.
Dari Lamongan ke Panggung Nasional
Kehadiran Viva Yoga Mauladi memberikan warna tersendiri dalam Rakerda PAN Lamongan.
Viva Yoga merupakan kader PAN yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Transmigrasi. Kehadirannya bersama para senior dan kader PAN Lamongan menunjukkan bahwa proses kaderisasi politik dari daerah dapat berkembang hingga tingkat nasional.
Dalam satu forum, terlihat perjalanan lintas generasi: para senior yang pernah membangun fondasi politik di daerah, kader yang kini menjalankan kepemimpinan partai di Lamongan, serta kader yang mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas di pemerintahan pusat.
Masing-masing memiliki perjalanan dan peran yang berbeda. Namun semuanya menjadi bagian dari perjalanan kaderisasi dan sejarah PAN.
Rakerda dan Masa Depan PAN Lamongan
Rakerda I DPD PAN Lamongan akhirnya tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi.
Pertemuan tersebut memperlihatkan upaya mempertemukan pengalaman masa lalu dengan kebutuhan politik hari ini dan tantangan masa depan.
Masfuk dan Amar Saefudin hadir sebagai bagian dari sejarah perjalanan politik Lamongan. Husnul Aqib membawa pengalaman kepemimpinan PAN Lamongan sekaligus perannya saat ini di tingkat provinsi. Hamzah Fansuri berada di garis kepemimpinan PAN Lamongan saat ini, sementara Viva Yoga menjadi salah satu representasi kader yang telah mengambil peran di tingkat nasional.
Mereka tidak berada dalam satu garis estafet jabatan. Masing-masing memiliki konteks dan perjalanan yang berbeda.
Namun, Rakerda kali ini mempertemukan mereka dalam satu momentum: menyatukan kembali kekuatan PAN Lamongan.
Target delapan kursi DPRD dan posisi pimpinan menjadi tantangan politik yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Konsolidasi struktur harus berjalan bersama dengan kaderisasi. Penguatan mesin partai harus diiringi kedekatan dengan masyarakat. Dan pengalaman para senior harus dapat menjadi pembelajaran bagi generasi kader berikutnya.
Pada akhirnya, Rakerda PAN Lamongan membawa tiga pesan besar: sejarah perlu dirawat, friksi perlu ditutup, dan masa depan harus dipersiapkan.
Bukan sekadar untuk mengejar kursi, tetapi untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dan memastikan PAN tetap memiliki tempat dalam dinamika politik Lamongan.
Merawat sejarah. Menutup friksi. Menyatukan visi. Menatap masa depan.
Dan dari Lamongan, pesan itu dirangkum dalam satu semangat yang disampaikan Husnul Aqib:
“PAN satu untuk menang.”