Dari MoU Menuju Aksi Nyata, UNISLA dan UTHM Malaysia Tinjau Implementasi Biopori Mahasiswa KKN di Turi

Pendidikan 30 Jul 2026 07:33 3 min read 61 views By Aksara Kalijaga
Dari MoU Menuju Aksi Nyata, UNISLA dan UTHM Malaysia Tinjau Implementasi Biopori Mahasiswa KKN di Turi
MoU UNISLA–UTHM Malaysia berlanjut pada implementasi nyata melalui program biopori mahasiswa KKN di Kecamatan Turi sebagai upaya mewujudkan lingkungan desa yang lestari dan berkelanjutan.


LAMONGAN – Komitmen Universitas Islam Lamongan (UNISLA) dalam membangun kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, jajaran pimpinan UNISLA bersama delegasi Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya meninjau langsung implementasi program biopori yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Rabu (29/7/2026).
Sebelumnya, delegasi UTHM Malaysia disambut secara resmi di Kampus UNISLA. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyematan syal kehormatan oleh Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, S.E., M.Si., kepada perwakilan delegasi UTHM sebagai simbol persahabatan dan penguatan hubungan antarperguruan tinggi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.
Dalam sambutannya, Dr. H. Abdul Ghofur, S.E., M.Si. menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik telah menjadi komitmen UNISLA sejak tahun 2021. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas wawasan internasional bagi sivitas akademika.
Rektor menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata, melainkan harus diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kunjungan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari MoU yang telah kita sepakati. Salah satu implementasinya adalah mengembangkan program biopori di wilayah yang setiap tahun mengalami banjir. Kami berharap mahasiswa KKN dapat menjadi motor edukasi kepada masyarakat, sehingga setiap keluarga dapat menerapkan satu hingga tiga lubang biopori untuk meningkatkan daya resap air, mengurangi genangan, dan mewujudkan lingkungan desa yang lebih lestari dan berkelanjutan," ujar Dr. H. Abdul Ghofur, S.E., M.Si.
Program implementasi biopori yang menjadi salah satu inovasi mahasiswa KKN UNISLA tersebut dipilih karena dinilai mampu menjadi solusi sederhana dalam meningkatkan resapan air sekaligus mengurangi potensi banjir di wilayah yang selama ini kerap terdampak genangan saat musim hujan.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Dr. Supangat, Ph.D., menyampaikan bahwa hubungan antara UNTAG dan UNISLA telah terjalin sejak lama. Menurutnya, banyak pimpinan UNISLA merupakan alumni UNTAG sehingga kolaborasi antarkedua perguruan tinggi terus berkembang.
"UNISLA adalah mitra lama UNTAG. Melalui kerja sama ini kami ingin berbagi pengalaman, terutama dalam pengembangan jejaring internasional. Harapannya, sivitas akademika UNISLA tidak hanya memiliki wawasan lokal, tetapi juga memiliki perspektif global dan mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Dr. Supangat, Ph.D.
Kunjungan lapangan tersebut juga mendapat apresiasi dari Delegasi Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Prof. Dr. Zaki Bin Noh. Ia mengaku terkesan melihat bagaimana program KKN UNISLA mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
"Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya melihat sebuah universitas membangun hubungan yang begitu erat dengan masyarakat melalui program KKN seperti yang dilaksanakan UNISLA. Program ini sangat menarik dan menjadi inspirasi bagi kami untuk dikaji serta dikembangkan di Malaysia. Kondisi lingkungan di negara kami juga memiliki karakteristik yang hampir sama sehingga pendekatan seperti ini sangat relevan untuk diterapkan," ungkap Prof. Dr. Zaki Bin Noh.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNISLA atas kesempatan yang diberikan kepada delegasi UTHM untuk melihat langsung implementasi program KKN di lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang lahirnya berbagai kolaborasi baru dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dapat dikembangkan bersama.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UNISLA menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak hanya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, tetapi juga diimplementasikan dalam kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Program biopori yang dikembangkan mahasiswa KKN menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antarkampus dapat melahirkan inovasi sederhana yang berdampak langsung bagi masyarakat.