KKN UNISLA Kelompok 02 Tambakploso Wujudkan Desa Peduli Lingkungan Melalui Program Biopori dan Edukasi Daur Ulang

Pendidikan 04 Aug 2026 08:56 3 min read 27 views By Aksara Kalijaga
KKN UNISLA Kelompok 02 Tambakploso Wujudkan Desa Peduli Lingkungan Melalui Program Biopori dan Edukasi Daur Ulang
KKN UNISLA Membangun Desa

LAMONGAN, SPN News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Kelompok 02 Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua program kerja bertema lingkungan, yakni Sosialisasi dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori serta Edukasi Pemilahan Sampah dan Daur Ulang*.

Program pertama berupa Sosialisasi dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026)* di Desa Tambakploso. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah organik dan pencegahan genangan air.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dan pendamping yang memberikan edukasi mengenai manfaat lubang resapan biopori sebagai teknologi sederhana yang mampu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus menjadi media pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan cara membuat, memanfaatkan, serta merawat lubang biopori agar dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah maupun fasilitas umum. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi sederhana dalam mengurangi risiko banjir, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Tambakploso, Muhammad Syafiq, mengatakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

 "Program kerja pembuatan biopori di Desa Tambakploso diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik dan mengurangi genangan air di lingkungan sekitar. Meskipun terlihat sederhana, biopori memiliki manfaat yang besar apabila diterapkan secara rutin dan berkelanjutan oleh masyarakat," ujarnya.

Masyarakat pun memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai pelatihan biopori memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi kompos sekaligus menjadi solusi mengurangi genangan air ketika musim hujan tiba. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Sebagai bentuk keberlanjutan program peduli lingkungan, KKN Kelompok 02 kembali menggelar *Program Pemilahan Sampah dan Daur Ulang* di *MI Mambaul Ulum, Dusun Candipari, Desa Tambakploso, pada **Senin (3/8/2026)*.

Kegiatan edukasi ini menyasar para siswa sekolah dasar sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini. Para peserta dikenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik, pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta pemanfaatan kembali barang bekas melalui proses daur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ketua Pelaksana kegiatan, *Siti Zafikhatun Nabila*, menjelaskan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini agar menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

 "Kegiatan pemilahan sampah dan daur ulang merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain mengurangi pencemaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas melalui pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat. Kami berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," jelasnya.

Salah seorang peserta, *Ahmad Mukhit*, siswa kelas V MI Mambaul Ulum, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

 "Sekarang saya jadi tahu kalau sampah tidak semuanya harus dibuang karena ada yang bisa dimanfaatkan kembali. Saya ingin membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya," ungkapnya.

Melalui dua program kerja tersebut, Mahasiswa KKN UNISLA Kelompok 02 Desa Tambakploso berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan terus meningkat. Sinergi antara edukasi mengenai biopori dan budaya memilah sampah sejak dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, bebas genangan, sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Recent Articles