Mahasiswa KKN UNISLA Kelompok 05 Bangun Taman TOGA di Desa Turi, Wujudkan Apotek Hidup Berbasis Masyarakat
LAMONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Kelompok 05 melaksanakan program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area belakang Balai Desa Turi, tepatnya di samping Grand House Melon, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, serta peningkatan ekonomi desa.
Program tersebut melibatkan Pemerintah Desa Turi, ibu-ibu PKK, Ketua dan anggota BPD, serta masyarakat setempat. Sejak pagi, peserta bergotong royong melakukan pembersihan lahan, penataan area, pembuatan media tanam, hingga penanaman berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, serai, lengkuas, lidah buaya, dan tanaman obat lainnya.
Keberadaan taman TOGA diharapkan menjadi apotek hidup sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan alami yang mudah dijangkau.
Kepala Desa Turi, Abdul Rohman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNISLA yang menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat.
"Kegiatan penanaman TOGA sangat bermanfaat karena membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya tanaman obat keluarga serta mendorong pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif. Masyarakat juga memperoleh pengetahuan mengenai jenis, manfaat, hingga cara budidaya tanaman obat yang berpotensi menjadi peluang usaha melalui pengolahan produk herbal," ujarnya.
Program ini dilatarbelakangi masih banyaknya lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengobatan alami mendorong mahasiswa KKN menghadirkan kebun TOGA sebagai solusi sederhana namun berdampak jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menargetkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat tanaman obat keluarga, mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun TOGA, menumbuhkan kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan, sekaligus memberikan edukasi mengenai pengolahan tanaman herbal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 05 berharap program ini tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.
"Kami berharap kebun TOGA ini terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu mentransfer pengetahuan mengenai pengolahan herbal, inovasi kemasan, hingga pemasaran digital agar tanaman obat memiliki nilai tambah ekonomi."
Sementara itu, Ike Susanti SE., MMA ,Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menilai program TOGA merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang menyentuh berbagai aspek sekaligus.
"Program TOGA merupakan kegiatan yang positif karena menggabungkan aspek kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Edukasi mengenai manfaat serta pengolahan tanaman herbal menjadi bagian penting sehingga dampaknya dapat dirasakan setelah KKN selesai."
Menurutnya, keberadaan kebun TOGA berpotensi menjadi sarana edukasi lingkungan dan kesehatan bagi generasi muda, menciptakan kemandirian keluarga melalui apotek hidup, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk herbal khas Desa Turi yang dapat dikembangkan sebagai usaha mikro masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Taman TOGA diharapkan menjadi program berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Reporter: Tim KKN UNISLA Kelompok 05
Editor: Sorot Publik News